Tesis, Oh Tesis

Tesis, oh tesis
Tatapanmu tajam nan bengis
Seakan kau berdiri tegap bersenjatakan linggis
Seolah memaksaku ‘tuk duduk meringis

Tesis, oh tesis
Senyummu merekah sadis
Bagai demang dan tuan tanah yang membawa keris
Melabrak budak-budak desa yang menangis

Tesisku yang perkasa
Bak algojo yang siap menyiksa
Kutahu kau bukanlah raksasa
Yang ‘kan menyeretku ke dalam belenggu derita

Tesisku yang kusayang
Bagiku kau tak lebih dari sekedar tembok penghalang
Yang harus kudaki dengan penuh semangat juang
Demi masa depan yang menantang

Wahai tesisku
Ijinkan kurengkuh engkau dengan nafasku yang memburu
Melenguh, meregang, bergerak menggeliat maju
Menerjang masa, mengejar waktu

Leave a Reply