Membuat Business Plan

Berikut ini dapat dijadikan panduan dalam membuat business plan. Seperti kita ketahui, bahwa perencanaan adalah hal yang teramat penting bagi keberhasilan aktivitas. Gagal merencanakan sama saja berarti merencanakan kegagalan.

  1. Tujuan Bisnis
    Apa yang ingin dicapai dengan bisnis yang direncanakan.
    Apa yang melatarbelakangi munculnya ide bisnis Anda?
    Sebutkan tahapan-tahapan anda dalam merealisasikan tujuan bisnis anda.
  2. Deskripsi Produk/ Jasa
    Apa produk/jasa yang Anda rencanakan dalam Bisnis Plan Anda?
    Apa keunggulan produk/ jasa Anda dibandingkan dengan produk/ jasa yang sudah ada di pasaran?
    Siapa pesaing terdekat Anda?
    Apakah bahan baku dan SDM yang dibutuhkan cukup tersedia di lokasi/ wilayah Anda?
  3. Aspek Pemasaran Bisnis
    Siapa target pasar bagi produk/jasa Anda?
    Buatlah proyeksi permintaan (demand) dan penawaran (supply) selama 5 tahun ke depan untuk produk/jasa Anda.
    Jelaskan asumsi-asumsi yang Anda gunakan dalam melakukan proyeksi permintaan (demand) dan penawaran (supply) untuk bisnis Anda.
    Jelaskan strategi/program-program dalam pemasaran yang akan Anda jalankan?

  4. Aspek Proyeksi Keuangan
    Berapa kebutuhan dana untuk modal awal Anda?
    Bagaimana Anda menghitung dan mengalokasikan biaya-biaya dalam bisnis Anda?
    Bagaimana Anda membuat proyeksi Rugi/Laba Anda?
    Bagaimana Anda merencanakan untuk mendapatkan sumber pembiayaaan?
    Bagaimana cara menghitung balik modal anda?
    Cantumkan asumsi-asumsi yang Anda gunakan dalam melakukan proyeksi keuangan bisnis Anda.

  5. Aspek Risiko Bisnis
    Adakah faktor-faktor yang akan menjadi risiko utama yang berpotensi menghambat atau menggagalkan bisnis Anda?
    Jika ada, jelaskan terperinci setiap faktornya.

Sumber: Dokumen pendaftaran Young Entrepreneurship Award 2008, atas nama Sarosa Consulting Group.

4 Responses to “Membuat Business Plan”

  1. oh, Sarosa ini nama perusahaan yg dirimu mau bikin yah?

  2. bukan kok,
    ini cuma nyuplik dari dokumen pendaftaran YEA 2008. Di situ tertulis copyright Sarosa consulting group

  3. Saya agak bingung dengan proyeksi permintaan dab supply? Maksudnya apa? saya idak pernah dengar teori demand and supply dapat diproyeksikan

  4. Justru proyeksi supply & demand sangat diperlukan untuk membuat proyeksi keuangan. Permintaan & penawaran saya kira adalah suatu hal yang biasa & bisa diproyeksikan.
    Contoh gampang, katakan saja bisnis produksi sepatu anak. Kita bisa memproyeksikan berapa permintaan sepatu anak berdasarkan jumlah permintaan sepatu anak di tahun-tahun sebelumnya, serta berapa penawaran yang sudah dilakukan oleh kompetitor untuk memenuhi permintaan tersebut. Tentu, dibalik semua itu kita perlu asumsi-asumsi yang kita tentukan sendiri untuk membuat proyeksi tersebut.

Leave a Reply